Minggu, 16 Februari 2014

KARAKTERISTIK THERMISTHOR DAN PENGUKURUAN SUHU



PERCOBAAN 3
KARAKTERISTIK THERMISTHOR DAN PENGUKURUAN SUHU
A.    Tujuan
       Mempelajari karakteristik static dari sensor suhu yang berupa thermisthor dan bahan semikonduktor LM-35,kemudian membandingkan karakteristik static dari kedua sensor  tersebut.

B.     Dasar Teori

 Detector suhu yang bekerjanya didasarkanpada perubahan resistansi elektrik. Biasanya dikenal sebagai RTD(Resistive Temperature Detektor) ditemukan   Seebeck yang kemudian dikembangkan oleh Sir William Siemens.  Prinsip kerja sensor ini berdasarkan perubahan tahanan dari beberapa jenis logam apabila mendapatkan perubahan panas. Semua logam akan mengalami perubahan tahanan positif apabila terjadi perubahan temperatur yang positif.


Bahan RTD  untuk sensor ini antara lain platina, nikel, paduan nikel alloy, terutama tembaga karena mempunyai tahanan yang rendah dan perubahan tahanan yang linier  Nilai tahanan untuk RTD platina mempunyai jarak dari 10 sampai dengan 100 ohm untuk model bird gage. Standar koefisien temperatur kawat platina (DIN 43760) adalah  = 0.00385. Untuk kawat 100 adalah 0.385/oC. Nilai ini adalah rata-rata dari 0oC sampai 100oC .

Thermistor adalah juga resistor yang sensitif terhadap perubahan temperatur. Thermistor biasanya dibuat dari bahan semikonduktor. Thermistor umumnya mempunyai koefisien temperatur negatif (NTC), artinya apabila temperatur bertambah maka tahanannya akan berkurang, tetapi juga ada yang mempunyai koefisien temperatur positif (PTC). Pada RTD berlaku:

Sedangkan pada  smikonduktor berlaku:
 dengan  menyatakan karakteristik suhu badan.
J-TC Thermocouple
JTC merupakan sensor yang mengubah besaran suhu menjadi tegangan, dimana sensor ini dibuat dari sambungan dua bahan metallic yang berlainan jenis. Sambungan ini dikomposisikan dengan campuran kimia tertentu, sehingga dihasilkan beda potensial antar sambungan yang akan berubah terhadap suhu yang dideteksi.
NTC (Negative Temperature Coefficient) Lain halnya dengan JTC, NTC merupakan sensor yang mengubah besaran suhu menjadi hambatan. NTC dibuat dari campuran bahan semikonduktor yang dapat menghasilkan hambatan intrinsik yang akan berubah terhadap temperatur.
Platinum Pt 100  pada plant kontrol suhu memiliki fungsi yang hampir sama dengan sensor NTC, dimana letak perbedaannya adalah pada bahan pembuatan sensor. Platinum Pt 100 dibuat dari platinum dengan resistansi nominal 100Ω pada suhu 0 C.
C.     Langkah-langkah Percobaan
1.      Mengukur keluaran sensor (resistansi antara kaki-kaki thermistor) berdasarkan variasi masukannya (suhu).Menentukan dahulu posisi nolnya. Cacah variasi 15 (lima belas)kali.
2.      Memeriksa histerisis dan kepresisiannya jika hasil pengamatan bergantung pada arah perubahan suhu dari suhu tinggi ke rendah. Apakah anda mengamati adanya gejala histerisis?
3.      Membuat table pengamatan (rancang sendiri formatnya) untuk mencatat nilai-nilai besaran yang ditentukan dan kemudian menggambar grafik yang menyatakan hubungan antara kedua besaran tersebut (suhu dan resistansi). Mengamati deviasi hasil pengamatan terhadap linieritasnya.
4.      Mendeskripsikan prinsip-prinsip yang terkait dengan problem tersebut (tentu berdasarkan wawasan anda)
5.      Mencari nilai akurasi thermistor ketika digunakan untukmengukur suhu dan juga mencari nilai sensitivitas thermisthor tersebut.
6.      Jenis karakteristik  statis apa lagi yang dapat dipelajari dari thermisthor ,dan juga karakteristik mana yang tidak dapat ditentukan dari thermisthor.


 
           Thermometer

 
                                                                                    kabel


air                             Thermisthor


                               Pemanas (lebih baik menggunakan oven).
D.    Tabulasi  Data
Data 1
No.
Suhu( c)
R(Ω)
1
35
1.6
2
36
1.5
3
37
1.45
4
38
1.4
5
39
1.4
6
40
1.3
7
41
1.2
8
42
1.1
9
43
1.1
10
44
1
11
45
0.95
12
46
0.85
13
47
0.85
14
48
0.875
15
49
0.8
16
50
0.8
19
52
0.7
20
53
0.7
21
54
0.65
22
55
0.65
23
56
0.6
24
57
0.6
25
58
0.6
26
59
0.55
27
60
0.5
1.       




Data 2
No.
Suhu( c)
V(volt)
1
35
0.8
2
36
0.9
3
37
0.9
4
38
0.9
5
39
0.9
6
40
0.9
7
41
0.9
8
42
1
9
43
1
10
44
1
11
45
1
12
46
1.1
13
47
1.1
14
48
1.1
15
49
1.1
16
50
1.1
18
51
1.1
19
52
1.2
20
53
1.2
21
54
1.3
22
55
1.3
23
56
1.3
24
57
1.3
25
58
1.3
26
59
1.4
27
60
1.4




















E.     Pembahasan
Praktikum ini bertujuan  Mempelajari karakteristik static dari sensor suhu yang berupa thermisthor dan bahan semikonduktor LM-35,kemudian membandingkan karakteristik static dari kedua sensor  tersebut. Resistance Termistor adalah resistor yang peka terhadap panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Dibuktikan dengan grafik (percobaan 1) berikut :
 y = p1*x + p2

Coefficients:
  p1 = -0.042231
  p2 = 2.9473
Norm of residuals =
     0.38458


Karakter dari grafik diatas mempunyai kepresisian yang cukup tinggi dan bersifat tidak linieritas yang mengarah ke bawah jadi thermisthor jenis yang dipakai NTC .Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu, kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. Untuk percobaan yang kedua sensor thermisthor ditambah dengan sebuah rangkaian agar keluarannya tegangan, hasil dari percobaan lalu dibuat grafik:
 y = p1*x + p2

Coefficients:
  p1 = 0.022462
  p2 = 0.029231
Norm of residuals =      0.1782
Dari grafik diatas dapat mencari nilai karakter  kuantitas resolusi dengan persamaan berikut :
 
Dan diperoleh 50 % dari grafik di atas.  Karakter yang lain sensitivitas dari sensor ini kurang karena setiap kenaikan suhu tidak terjadi kenaikan tegangan ,sedangkan respon dari sensor ini cenderung lemah juga tidak cocok untuk alat yang menggunakan suhu yang relative rendah.
Untuk karakter yang lain waktu respon terjadi perubahan pada suhu minimal 35 sehingga untuk karakter respon  termasuk rendah.
F.      Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa thermisthor mempunyai karakter tidak linieritas  cenderung polynomial dan range suhunya terbatas kuantisasi resolusinya rendah. kelebihannya ouput tinggi, responnya cepat,

G.    Daftar pustaka.
ELEKTRONIKA  thermistor.htm(Senin, 14 November 2011)
Sumarna. Sensor dan Tranduser. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar