Sabtu, 03 November 2012

presentasi kirchoff


Teorema Norton
Teorema Norton menyatakan bahwa dimungkinkan untuk menyederhanakan suatu rangkaian yang linier, tidak peduli seberapa kompleks rangkaian itu, menjadi sebuah rangkaian ekivalen yang terdiri dari sebuah sumber arus yang disusun parallel dengan sebuah resistansi yang biasanya dihubungkan juga ke beban. Seperti pada teoremaThevenin, kualifikasi “linier” disini identik dengan yang ditemukan pada Teorema Superposisi : semua persamaan harus linier (tidak mengandung perpangkatan atau akar).
Misalkan ada rangkaian seperti pada gambar berikut ini :
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-18.jpg?w=528&h=206
Setelah konversi Norton
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-19.jpg?w=442&h=275
Ingat bahwa sebuah sumber arus adalah sebuah komponen yang kerjanya untuk menyediakan arus yang nilainya konstan, seberapapun tegangan yang diperlukan beban, sumber arus yang ideal akan tetap menyuplai arus yang konstan.
Seperti pada teorema thevenin, semua yang ada pada rangkaian asli kecuali resistansi beban disederhanakan dan direduksi menjadi suatu rangkaian yang ekivalen yang lebihs ederhana untuk  dianalisa.  Juga sama seperti teorema Thevenin, cara untuk mendapatkan rangkaian pengganti Norton harus menghitung nilai arus Norton (INorton) dan resistansi nortonnya (RNorton).
Sama seperti sebelumnya, langkah pertama adalah memngidentifikasi resistansi beban dan menyingkirkannya dari rangkaian asli :
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-20.jpg?w=446&h=193
Kemudian, untukmenghitungnilaiarus Norton (sebagaisumberaruspadarangkaianekivalenNortonnya), ubah terminal terbuka yang ditempatiresistansibebantadidenganhubungsingkat (short circuit) sedangkanpadateoremaThevenintadi, terminal resistansibebandibuat open circuit.
Denganmenggunakananalisaapasaja, andaakanmemperolehrangkaiansepertipadagambarini:
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-21.jpg?w=463&h=190
MakasumberarusNortonnyaadalah 14 A.
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-22.jpg?w=410&h=242
UntukmenghitungresistansiNortonnya (RNorton), kitamelakukanhal yang samaspertisaatmenghitungresistansiThevenin:darirangkaian yang asli (tanpa resistor beban), singkirkan/matikansemuabeban (denganaturan yang samasepertiTeoremaSuperposisi : sumbertegangandiganti short circuit sedangkansumberarus: open circuit) laluhitungresistansi yang ‘terlihat’ darititik-titik yang ditempatiresistansibeban.
Setelahsumber-sumbernyadimatikan, maka resistor R1dan R3akantampaktersusunparalelbiladilihatdaritempatresistansibeban. Makaresistansi Norton dapatdihitung
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-23.jpg?w=445&h=205
RNorton = R1 || R3 = 4 Ω || 1 Ω = 0.8 Ω
Sekarang, rangkaianekivalenNortonnya yang dihubungkanjugadenganresistansibeban (R2) tampaksepertipadagambarberikutini:
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-24.jpg?w=452&h=267
Sekarang, kitaakanlebihmudahmenghitungarusdantegangan resistor beban (R2).
IR2 = INorton × (RNorton) / (RNorton + R2) = 14 × (0.8) / (2 + 0.8) = 4 A
VR2 = IR2 × R2 = (4 A) (2 Ω) = 8 V
SamasepertipadarangkaianekivalenThevenin, kitahanyabisamemperolehinformasidarianalisainiyaituteganganadanarusdari R2.Namunperhitunganinilebihsederhana, apabila resistor bebaniniberubah-ubahnilainya.Jadikitatidakperlumenganalisarangkaiansecarakeseluruhanapabilaresistansibebannyaberubah.
Ekivalensi (Kesamaan) Thevenin-Norton
KarenateoremaThevenindan Norton adalahmetode yang samadalammereduksirangkaian yang kompleksmenjadirangkaian yang lebihsederhana, makaadasuatucarauntukmengkonversikanrangkaianekivalenTheveninmenjadirangkaianekivalen Norton, begitu pula sebaliknya.
AndadaptmemperhatikanbahwaproseduruntukmenghitungresistansiTheveninadalahsamadenganproseduruntukmenghitungresistansi Norton: matikansemuasumberdanhitungresistansi yang terlihatdarititikbeban yang terbuka. Sepertipadacontohsebelumnya, resistansi Norton dantheveninmemilikinilai yang sama. Dari keduacontoh sola sebelumnya, diketahuibahwa
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-25.jpg?w=444&h=278
Rthevenin = RNorton = 0.8 Ω
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-26.jpg?w=471&h=278
Berdasarkanfaktaini, rangkaianekivalenkeduateoremasama-samaterdiridarisebuahsumbertunggal yang dirangkaidenganresistansitunggal.Hal iniberartibaikituteoremaTheveninmaupun Norton memilikirangkaianekivalensi yang harusnyabisamemproduksitegangan yang nilainyasamapada terminal yang terbuka (tanpa  terhubungdenganbeban). Jadi, teganganTheveninsamadenganarus Norton dikalikandenganresistansi:
Ethevenin= INortonRNorton
Jadi, apabilakitainginmengubahrangkaianekivalen Norton menjadirangkaian  ekivalenThevenin, kitabisamenggunakanresistansi yang samadanmenghitungsumberteganganThevenindenganhukum Ohm).
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/source-conversion.jpg?w=543&h=217
Begitujugasebaliknya, apabilakitainginmengubahrangkaianekivalenTheveninmenjadirangkaianekivalen Norton, kitabisamenggunakanhukum Ohm untukmenghitungnilaiarusNortonnya:
INorton = Ethvenin / Rthevenin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar