Sabtu, 03 November 2012

Nama : Arif Gunawan Nim : 11306144034 Tugas : Diesel A. Cara kerja Mesin Diesel http://irhamna-adrian.blogspot.com/2012/03/perbedaan-mesin-diesel-dengan-mesin.html#!/2012/03/perbedaan-mesin-diesel-dengan-mesin.html Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering. a. Bagaimana mesin diesel bekerja Ketika gas dikompresi, suhunya meningkat, mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara diisap ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi. Pada saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran di atas mengembang, mendorong piston ke bawah dengan tenaga yang kuat dan menghasilkan tenaga dalam arah vertikal. Rod penghubung menyalurkan gerakan ini ke crankshaft yang dipaksa untuk berputar, menghantar tenaga berputar di ujung pengeluaran crankshaft. Scavenging (mendorong muatan-gas yang habis terbakar keluar dari silinder, dan menarik udara segara kedalam) mesin dilaksanakan oleh ports atau valves. Untuk menyadari kemampuan mesin diesel, penggunaan turbocharger untuk mengkompres udara yang disedot masuk sangat dibutuhkan; intercooler untuk mendinginkan udara yang disedot masuk setelah kompresi oleh turbocharger untuk meningkatkan efisiensi. a.1 Cara Kerja Mesin Diesel Yang Benar Pertama udara dimasukkan melalui lubang Intake, udara ditekan(oleh Piston pada titik puncak)lalu terjadi pembakaran /peledakan bersa maan dengan injeksi / penyemprotan solar, Piston tertekan turun ketitik mati bawah, sisa pem bakaran(asap)dibuang keluar melalui lubang Exhaust. Urutan proses ini berulang terus menerus selama mesin hidup. Dikatakan pembakaran sempurna karena pem bakaran / peledakan terjadi pada saat solar di semprotkan dengan posisi Piston pada titik puncak, sehingga terjadi daya putar Crankshaft terkuat. a.2 Cara Kerja Mesin Diesel Yang Tidak Benar Udara dimasukkan melalui lubang Intake, pada saat udara ditekan dan sebelum solar disemprotkan, telah terjadi penyalaan pembakaran / peledakan ( combustion ). Ini terjadi sebelum Piston mencaoai titik puncak ( baru setengah atau tiga perempatnya ). Meskipun solar tetap disemprotkan , tidak menolong daya putar Crankshaft kembali kuat. Akibatnya Gaya tarik, Daya beban loyo , boros BBM , temperatur mesin meningkat, suara kasar, menimbulkan kerak sisa pembakaran dan lain lain resiko keausan / kerusakan. Yang menyebabkan ini dapat terjadi pada mesin Diesel, dapat dikelompokkan menjadi tiga hal : 1. Hal Teknis : otomasi, sistem rancang bangun, model, type dll. 2. Hal Mekanis : fungsi, cara / kemampuan kerja masing masing komponen. 3. Hal Energi : sumber tenaga mesin ( minyak solar ). Dari ketiga kelompok besar itu, PINUX berkaitan dengan hal ke 3 ( Energi )dimana disadari bahwa Cara Kerja Mesin Bensin dibanding dengan Mesin Diesel adalah berbeda secara prinsip , untuk itulah ada PINUX Gasoline ( Bensin ) dan PINUX Diesel ( Solar ) yang masing - masing fungsi / kegunaannya khusus dan tidak boleh di tukar gantikan. Seperti PINUX Bensin, PINUX Diesel / Solar berfungsi utama : memperbaiki mutu / kualitas minyak solar dan menambah / meningkatkan Cetana ( CN ). b. Tipe mesin diesel Ada dua kelas mesin diesel: dua-stroke dan empat-stroke. banyak mesin diesel besar beroperasi dalam dua-stroke cycle. Mesin yang lebih kecil biasanya menggunakan empat-stroke cycle. Biasanya kumpulan silinder digunakan dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat digunakan selama muatan di crankshaft di tolak-seimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan. Inline-6 paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun V8 dan straight-4 juga banyak diproduksi. b. Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin bensin Mesin diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah. Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah. Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin. Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon dioksida yang lebih sedikit. c. Perbedaan Mesin Diesel dengan Mesin Otto (bensin) http://sistem-otomotif.blogspot.com/2010/03/perbedaan-motor-diesel-dan-motor-bensin.html sumber : http://www.rkm.com.au/ANIMATIONS/animation-graphics/Diesel-model.jpg Perbedaan mendasar yang dimiliki antara mesin diesel dan mesin otto (bensin). Terlihat kuno memang, tapi tulisan ini akan menjadi dasar perkembangan mesin-mesin diesel saat ini. Mesin diesel bekerja dengan cara menekan udara yang berada dalam ruang bakar setinggi mungkin. Selain tekanan tinggi, proses ini juga akan menaikkan temperatur dari udara ini. Karena, pada fasa gas, jika tekanan dinaikkan, maka juga akan diikuti dengan kenaikan temperatur. Kemudian bahan bakar baru dimasukkan ke dalam udara bertekanan dan bertemperatur tinggi tersebut dalam bentuk kabut (mist). Alhasil ledakan dengan daya besar sehingga akan mendorong piston untuk menggerakkan cam shaft. Jadi, pada mesin diesel ini tidak ada yang namanya karburator maupun busi seperti di mesin otto (bensin). Karena kita sama-sama tahu bahwa karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dengan udara dan busi untuk menimbulkan percikan api. Sementara Nah disinilah inti perbedaan mesin otto (bensin) dan mesin diesel ini. Untuk langkah-langkah yang ada (langkah isap, langkah buang, langkah kompresi dan langkah kerja), mesin otto (bensin) dan diesel memiliki langkah yang sama pula. 1. Daya Dalam satu siklus, mesin diesel akan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan dengan mesin otto (bensin). Hal ini dapat dijelaskan melalui ilustrasi diagram tekanan-volume mesin diesel dan mesin otto sebagai berikut : daerah kuning : kerja mesin otto daerah biru : kerja mesin diesel Luas dari grafik merupakan kerja netto yang dihasilkan system, maka dari grafik dapat dilihat bahwa secara teoretik daya yang dihasilkan dalam satu siklus mesin diesel lebih besar dibandingkan mesin otto. 2. Efisiensi Konsep yang digunakan adalah pembakaran miskin bahan bakar. Solar diijensikan dalam ruang bakar yang sudah bertekanan tinggi. Perbandingan massa antara solar dengan bensin pun sampai 1:60. Dengan pembakaran yang miskin tersebut maka kemungkinan terbakarnya solar secara sempurna dalam ruang bakar akan semakin besar.Ditambah lagi, torsi maksimum mesin diesel didapat di putaran rendah sedangkan mesin bensin di putaran tinggi. Semakin rendah putaran mesin akan menyebabkan semain sedikit konsumsi bahan bakar. 3. Aselerasi dan Putaran Tinggi Cara kita menaikkan putaran dan aselerasi pada mesin dengan cara menginjak lebih pedal gas. Itu artinya kita akan memasukkan solar lebih banyak pada mesin diesel dan campuran bensi dan udara lebih banyak pada mesin bensin. Karena pertemuan solar dengan udara pada mesin diesel hanya terjadi pada waktu yang singkat, semakin banyak bahan bakar yang masuk akan menyebabkan semakin banyaknya solar yang tidak terbakar . itulah yang menyebabkan efisiensi nya turun. Hal ini berbeda dengan mesin otto (bensin) yang sudah mempertemukan bensin dan udara di dalam karburator.Sehingga kesimpulannya, mesin otto (bensin) lebih baik dalam hal aselerasi dan putaran tinggi. 4. Getaran dan Kebisingan Karena perbandingan kompresi pada mesin diesel sangat tinggi, selain menyebabkan daya yang lebih besar, getaran dan kebisingan hasil pembakaran juga lebih besar dibandingkan dengan mesin bensin. Konsep cara kerjanya menuntut pencampuran udara bertekanan dengan bahan bakar sehingga menciptakan ledakan sebagai inti penggeraknya. Makanya, sistem kerja diesel mampu bekerja dengan tekanan dan suhu cukup tinggi di ruang bakar agar bisa menggerakkan piston dan kruk as secara maksimal. Hasilnya, mesin diesel cenderung keluarkan suara bi¬sing dan panas. Awalnya, diesel ini tak banyak peminatnya untuk diaplikasi dalam industri otomotif. 5. Polusi Di mesin diesel, emisi pembakarannya berupa HC, NOx, SOx, CO2, partikulat dan jelaga. Di mesin otto (bensin), emisi pembakarannya berkisar antara NOx, CO2, CO dan HC. Karena memiliki nilai efisiensi lebih tinggi, pada mesin diesel terdapat NOx lebih banyak dibandingkan dengan mesin otto (bensin), namun CO2 dan HC nya akan lebih sedikit. Dari segi ini, mesin otto (bensin) memberikan hasil emisi yang lebih baik ketimbang mesin diesel.

Nama  :           Arif Gunawan
Nim     :           11306144034
Tugas  :           Diesel 
A.    Cara kerja Mesin  Diesel
 http://irhamna-adrian.blogspot.com/2012/03/perbedaan-mesin-diesel-dengan-mesin.html#!/2012/03/perbedaan-mesin-diesel-dengan-mesin.html
Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893.
Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering.
a.      Bagaimana mesin diesel bekerja

Ketika gas dikompresi, suhunya meningkat, mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara diisap ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi. Pada saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat.
Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran di atas mengembang, mendorong piston ke bawah dengan tenaga yang kuat dan menghasilkan tenaga dalam arah vertikal. Rod penghubung menyalurkan gerakan ini ke crankshaft yang dipaksa untuk berputar, menghantar tenaga berputar di ujung pengeluaran crankshaft.

Scavenging (mendorong muatan-gas yang habis terbakar keluar dari silinder, dan menarik udara segara kedalam) mesin dilaksanakan oleh ports atau valves. Untuk menyadari kemampuan mesin diesel, penggunaan turbocharger untuk mengkompres udara yang disedot masuk sangat dibutuhkan; intercooler untuk mendinginkan udara yang disedot masuk setelah kompresi oleh turbocharger untuk meningkatkan efisiensi.
 a.1  Cara Kerja Mesin Diesel Yang Benar

http://www.crayonpedia.org/wiki/images/f/f7/Die1.jpeg

Pertama udara dimasukkan melalui lubang Intake, udara ditekan(oleh Piston pada titik puncak)lalu terjadi pembakaran /peledakan bersa maan dengan injeksi / penyemprotan solar, Piston tertekan turun ketitik mati bawah, sisa pem bakaran(asap)dibuang keluar melalui lubang Exhaust. Urutan proses ini berulang terus menerus selama mesin hidup. Dikatakan pembakaran sempurna karena pem bakaran / peledakan terjadi pada saat solar di semprotkan dengan posisi Piston pada titik puncak, sehingga terjadi daya putar Crankshaft terkuat.

http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8e/Die2.jpeg




a.2 Cara Kerja Mesin Diesel Yang Tidak Benar
Udara dimasukkan melalui lubang Intake, pada saat udara ditekan dan sebelum solar disemprotkan, telah terjadi penyalaan pembakaran / peledakan ( combustion ). Ini terjadi sebelum Piston mencaoai titik puncak ( baru setengah atau tiga perempatnya ). Meskipun solar tetap disemprotkan , tidak menolong daya putar Crankshaft kembali kuat. Akibatnya Gaya tarik, Daya beban loyo , boros BBM , temperatur mesin meningkat, suara kasar, menimbulkan kerak sisa pembakaran dan lain lain resiko keausan / kerusakan. Yang menyebabkan ini dapat terjadi pada mesin Diesel, dapat dikelompokkan menjadi tiga hal :
1.         Hal Teknis : otomasi, sistem rancang bangun, model, type dll.
2.         Hal Mekanis : fungsi, cara / kemampuan kerja masing masing komponen.
3.         Hal Energi : sumber tenaga mesin ( minyak solar ).
Dari ketiga kelompok besar itu, PINUX berkaitan dengan hal ke 3 ( Energi )dimana disadari bahwa Cara Kerja Mesin Bensin dibanding dengan Mesin Diesel adalah berbeda secara prinsip , untuk itulah ada PINUX Gasoline ( Bensin ) dan PINUX Diesel ( Solar ) yang masing - masing fungsi / kegunaannya khusus dan tidak boleh di tukar gantikan. Seperti PINUX Bensin, PINUX Diesel / Solar berfungsi utama : memperbaiki mutu / kualitas minyak solar dan menambah / meningkatkan Cetana ( CN ).
b. Tipe mesin diesel

         Ada dua kelas mesin diesel: dua-stroke dan empat-stroke. banyak mesin diesel besar beroperasi dalam dua-stroke cycle. Mesin yang lebih kecil biasanya menggunakan empat-stroke cycle.

          Biasanya kumpulan silinder digunakan dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat digunakan selama muatan di crankshaft di tolak-seimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan. Inline-6 paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun V8 dan straight-4 juga banyak diproduksi.

b.      Keunggulan dan kelemahan dibanding dengan mesin bensin

Mesin diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah.
Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah.
Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin. Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon dioksida yang lebih sedikit.

c.       Perbedaan Mesin Diesel dengan Mesin Otto (bensin)

http://sistem-otomotif.blogspot.com/2010/03/perbedaan-motor-diesel-dan-motor-bensin.html


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqeB21ZS3M4StXTPHXvZ3D78dKWA0bHCDgCUaTCoXsqCVsXCfqFD-yi_s2-bFz95FiFiiuId_6v_c728XELOoOy9DOhqTBpzJJBLU9GTC5TFY9GIF5F_bkKyA5wuMfbpSQHTS1rK5S3W0/s320/Diesel-model.jpg
          sumber : http://www.rkm.com.au/ANIMATIONS/animation-graphics/Diesel-model.jpg
Perbedaan mendasar yang dimiliki antara mesin diesel dan mesin otto (bensin). Terlihat kuno memang, tapi tulisan ini akan menjadi dasar perkembangan mesin-mesin diesel saat ini.
Mesin diesel bekerja dengan cara menekan udara yang berada dalam ruang bakar setinggi mungkin. Selain tekanan tinggi, proses ini juga akan menaikkan temperatur dari udara ini. Karena, pada fasa gas, jika tekanan dinaikkan, maka juga akan diikuti dengan kenaikan temperatur. Kemudian bahan bakar baru dimasukkan ke dalam udara bertekanan dan bertemperatur tinggi tersebut dalam bentuk kabut (mist). Alhasil ledakan dengan daya besar sehingga akan mendorong piston untuk menggerakkan cam shaft. Jadi, pada mesin diesel ini tidak ada yang namanya karburator maupun busi seperti di mesin otto (bensin). Karena kita sama-sama tahu bahwa karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dengan udara dan busi untuk menimbulkan percikan api. Sementara Nah disinilah inti perbedaan mesin otto (bensin) dan mesin diesel ini.
Untuk langkah-langkah yang ada (langkah isap, langkah buang, langkah kompresi dan langkah kerja), mesin otto (bensin) dan diesel memiliki langkah yang sama pula.
1.    Daya
Dalam satu siklus, mesin diesel akan menghasilkan daya yang lebih besar dibandingkan dengan mesin otto (bensin). Hal ini dapat dijelaskan melalui ilustrasi diagram tekanan-volume mesin diesel dan mesin otto sebagai berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwNa5ds6uXQb6Y16hINH9n-dXwwzO0wxk8Sn944Rl7FYi_1RT56mZi2_fPqAroQCsqHil2xKIfxFvNkMUXo5GVuzldSZxifXXNkK7NUJvgbnHXVpLsqYOWZZdiHs6YMzktWMYZJyrW9oI/s400/otto+vs+diesel.JPG
daerah kuning : kerja mesin otto
daerah biru : kerja mesin diesel

Luas dari grafik merupakan kerja netto yang dihasilkan system, maka dari grafik dapat dilihat bahwa secara teoretik daya yang dihasilkan dalam satu siklus mesin diesel lebih besar dibandingkan mesin otto.
2.       Efisiensi
Konsep yang digunakan adalah pembakaran miskin bahan bakar. Solar diijensikan dalam ruang bakar yang sudah bertekanan tinggi. Perbandingan massa antara solar dengan bensin pun sampai 1:60. Dengan pembakaran yang miskin tersebut maka kemungkinan terbakarnya solar secara sempurna dalam ruang bakar akan semakin besar.Ditambah lagi, torsi maksimum mesin diesel didapat di putaran rendah sedangkan mesin bensin di putaran tinggi. Semakin rendah putaran mesin akan menyebabkan semain sedikit konsumsi bahan bakar.
3.       Aselerasi dan Putaran Tinggi
Cara kita menaikkan putaran dan aselerasi pada mesin dengan cara menginjak lebih pedal gas. Itu artinya kita akan memasukkan solar lebih banyak pada mesin diesel dan campuran bensi dan udara lebih banyak pada mesin bensin.
Karena pertemuan solar dengan udara pada mesin diesel hanya terjadi pada waktu yang singkat, semakin banyak bahan bakar yang masuk akan menyebabkan semakin banyaknya solar yang tidak terbakar . itulah yang menyebabkan efisiensi nya turun. Hal ini berbeda dengan mesin otto (bensin) yang sudah mempertemukan bensin dan udara di dalam karburator.Sehingga kesimpulannya, mesin otto (bensin) lebih baik dalam hal aselerasi dan putaran tinggi.

4.       Getaran dan Kebisingan
Karena perbandingan kompresi pada mesin diesel sangat tinggi, selain menyebabkan daya yang lebih besar, getaran dan kebisingan hasil pembakaran juga lebih besar dibandingkan dengan mesin bensin. Konsep cara kerjanya menuntut pencampuran udara bertekanan dengan bahan bakar sehingga menciptakan ledakan sebagai inti penggeraknya. Makanya, sistem kerja diesel mampu bekerja dengan tekanan dan suhu cukup tinggi di ruang bakar agar bisa menggerakkan piston dan kruk as secara maksimal.
Hasilnya, mesin diesel cenderung keluarkan suara bi­sing dan panas. Awalnya, diesel ini tak banyak peminatnya untuk diaplikasi dalam industri otomotif.


5.       Polusi
Di mesin diesel, emisi pembakarannya berupa HC, NOx, SOx, CO2, partikulat dan jelaga. Di mesin otto (bensin), emisi pembakarannya berkisar antara NOx, CO2, CO dan HC. Karena memiliki nilai efisiensi lebih tinggi, pada mesin diesel terdapat NOx lebih banyak dibandingkan dengan mesin otto (bensin), namun CO2 dan HC nya akan lebih sedikit. Dari segi ini, mesin otto (bensin) memberikan hasil emisi yang lebih baik ketimbang mesin diesel.





presentasi kirchoff


Teorema Norton
Teorema Norton menyatakan bahwa dimungkinkan untuk menyederhanakan suatu rangkaian yang linier, tidak peduli seberapa kompleks rangkaian itu, menjadi sebuah rangkaian ekivalen yang terdiri dari sebuah sumber arus yang disusun parallel dengan sebuah resistansi yang biasanya dihubungkan juga ke beban. Seperti pada teoremaThevenin, kualifikasi “linier” disini identik dengan yang ditemukan pada Teorema Superposisi : semua persamaan harus linier (tidak mengandung perpangkatan atau akar).
Misalkan ada rangkaian seperti pada gambar berikut ini :
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-18.jpg?w=528&h=206
Setelah konversi Norton
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-19.jpg?w=442&h=275
Ingat bahwa sebuah sumber arus adalah sebuah komponen yang kerjanya untuk menyediakan arus yang nilainya konstan, seberapapun tegangan yang diperlukan beban, sumber arus yang ideal akan tetap menyuplai arus yang konstan.
Seperti pada teorema thevenin, semua yang ada pada rangkaian asli kecuali resistansi beban disederhanakan dan direduksi menjadi suatu rangkaian yang ekivalen yang lebihs ederhana untuk  dianalisa.  Juga sama seperti teorema Thevenin, cara untuk mendapatkan rangkaian pengganti Norton harus menghitung nilai arus Norton (INorton) dan resistansi nortonnya (RNorton).
Sama seperti sebelumnya, langkah pertama adalah memngidentifikasi resistansi beban dan menyingkirkannya dari rangkaian asli :
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-20.jpg?w=446&h=193
Kemudian, untukmenghitungnilaiarus Norton (sebagaisumberaruspadarangkaianekivalenNortonnya), ubah terminal terbuka yang ditempatiresistansibebantadidenganhubungsingkat (short circuit) sedangkanpadateoremaThevenintadi, terminal resistansibebandibuat open circuit.
Denganmenggunakananalisaapasaja, andaakanmemperolehrangkaiansepertipadagambarini:
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-21.jpg?w=463&h=190
MakasumberarusNortonnyaadalah 14 A.
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-22.jpg?w=410&h=242
UntukmenghitungresistansiNortonnya (RNorton), kitamelakukanhal yang samaspertisaatmenghitungresistansiThevenin:darirangkaian yang asli (tanpa resistor beban), singkirkan/matikansemuabeban (denganaturan yang samasepertiTeoremaSuperposisi : sumbertegangandiganti short circuit sedangkansumberarus: open circuit) laluhitungresistansi yang ‘terlihat’ darititik-titik yang ditempatiresistansibeban.
Setelahsumber-sumbernyadimatikan, maka resistor R1dan R3akantampaktersusunparalelbiladilihatdaritempatresistansibeban. Makaresistansi Norton dapatdihitung
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-23.jpg?w=445&h=205
RNorton = R1 || R3 = 4 Ω || 1 Ω = 0.8 Ω
Sekarang, rangkaianekivalenNortonnya yang dihubungkanjugadenganresistansibeban (R2) tampaksepertipadagambarberikutini:
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-24.jpg?w=452&h=267
Sekarang, kitaakanlebihmudahmenghitungarusdantegangan resistor beban (R2).
IR2 = INorton × (RNorton) / (RNorton + R2) = 14 × (0.8) / (2 + 0.8) = 4 A
VR2 = IR2 × R2 = (4 A) (2 Ω) = 8 V
SamasepertipadarangkaianekivalenThevenin, kitahanyabisamemperolehinformasidarianalisainiyaituteganganadanarusdari R2.Namunperhitunganinilebihsederhana, apabila resistor bebaniniberubah-ubahnilainya.Jadikitatidakperlumenganalisarangkaiansecarakeseluruhanapabilaresistansibebannyaberubah.
Ekivalensi (Kesamaan) Thevenin-Norton
KarenateoremaThevenindan Norton adalahmetode yang samadalammereduksirangkaian yang kompleksmenjadirangkaian yang lebihsederhana, makaadasuatucarauntukmengkonversikanrangkaianekivalenTheveninmenjadirangkaianekivalen Norton, begitu pula sebaliknya.
AndadaptmemperhatikanbahwaproseduruntukmenghitungresistansiTheveninadalahsamadenganproseduruntukmenghitungresistansi Norton: matikansemuasumberdanhitungresistansi yang terlihatdarititikbeban yang terbuka. Sepertipadacontohsebelumnya, resistansi Norton dantheveninmemilikinilai yang sama. Dari keduacontoh sola sebelumnya, diketahuibahwa
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-25.jpg?w=444&h=278
Rthevenin = RNorton = 0.8 Ω
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/teorema-26.jpg?w=471&h=278
Berdasarkanfaktaini, rangkaianekivalenkeduateoremasama-samaterdiridarisebuahsumbertunggal yang dirangkaidenganresistansitunggal.Hal iniberartibaikituteoremaTheveninmaupun Norton memilikirangkaianekivalensi yang harusnyabisamemproduksitegangan yang nilainyasamapada terminal yang terbuka (tanpa  terhubungdenganbeban). Jadi, teganganTheveninsamadenganarus Norton dikalikandenganresistansi:
Ethevenin= INortonRNorton
Jadi, apabilakitainginmengubahrangkaianekivalen Norton menjadirangkaian  ekivalenThevenin, kitabisamenggunakanresistansi yang samadanmenghitungsumberteganganThevenindenganhukum Ohm).
http://airlangga25.files.wordpress.com/2011/08/source-conversion.jpg?w=543&h=217
Begitujugasebaliknya, apabilakitainginmengubahrangkaianekivalenTheveninmenjadirangkaianekivalen Norton, kitabisamenggunakanhukum Ohm untukmenghitungnilaiarusNortonnya:
INorton = Ethvenin / Rthevenin