Senin, 26 Desember 2011

Emansipasi Wanita & Kesetaraan Gender dalam Islam

Emansipasi Wanita & Kesetaraan Gender dalam Islam
Menyongsong Hari Perempuan Internasional
Saatnya…………
Wanita Kembali ke Fitrah
Oleh:
Zahra Haidar
Hari Ibu merupakan momen untuk mengenang dan menghargai jasa dan pengorbanan setiap ibu, perempuan, wanita. Momen ini biasanya juga menjadi ajang perjuangan wanita untuk memperjuangkan hak dan eksistensinya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember.
Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita yang mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta. Peristiwa yang diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Berbeda dengan peringatan Mother’s Day di sebagian negara Eropa dan Timur Tengah, yang mendapat pengaruh dari kebiasaan memuja Dewi Rhea, istri Dewa Kronus, dan ibu para dewa dalam sejarah Yunani kuno. Maka, di negara-negara tersebut, peringatan Mother’s Day jatuh pada bulan Maret.
Di Amerika Serikat dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong, peringatan Mother’s Day jatuh pada hari Minggu kedua bulan Mei karena pada tanggal itu pada tahun 1870 aktivis sosial Julia Ward Howe mencanangkan pentingnya perempuan bersatu melawan perang saudara.
Berbagai Cara Memperingati
Hari Ibu seringkali diperingati dengan cara mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu. Berbagai kegiatan digelar seperti pemberian kado istimewa, surprise party bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Bila mengacu sejarah, seharusnya peringatan Hari Ibu tidak hanya dimaknai sebagai hari mengungkapkan kasih sayang dan memanjakan ibu. Itu tidak salah. Namun, misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa.
Berbagai isu yang berkembang dalam Kongres Perempuan Indonesia I saat itu  antara lain persatuan perempuan nusantara; pelibatan perempuan dalam perjuangan mencapai  kemerdekaan; pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perdagangan anak-anak dan kaum perempuan; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Di Amerika yang merupakan tempat lahirnya Gerakan Pembebasan Wanita atau Women Liberation Movement (Women’s Lib) gencar memperjuangkan persamaan hak wanita. Yang menyedihkan adalah bahwa emansipasi yang mereka perjuangkan justru memunculkan permasalahan baru bagi wanita. Salah satu yang paling nampak adalah tingginya angka perceraian. Tahun 1980 jumlah anak yang dibesarkan oleh kepala keluarga wanita telah mencapai 50 %. Majalah Fortune melaporkan bahwa penyebab utama perceraian maupun gangguan hubungan sosial dalam keluarga adalah stress yang dialami para wanita eksekutif. Mereka yang berpacu dalam dunia materi banyak dirundung kekecewaan, kekhawatiran, ketidakpuasan, dan akhirnya mengganggu pelaksanaan tanggung jawab mereka dalam keluarga.
Sementara itu kriminalitas terhadap wanita di Amerika juga meningkat. Kekerasan fisik dialami wanita setiap 8 detik. Rata-rata seorang wanita diperkosa setiap 6 menit. Kenyataan ini tidak bisa dipisahkan dari propaganda feminis yang menuntut kebebasan utuh dan sejajar dengan pria yang membawa kecenderungan pergaulan bebas dan keengganan menikah.
Lain lagi dengan Kongres Wanita di Beijing.  Di antara berbagai keputusan yang dimaksudkan untuk kesejahteraan wanita sedunia, terdapat keputusan-keputusan yang menimbulkan kengerian di benak kita. Di antaranya, kelonggaran bagi anak-anak mengatur kehidupan sendiri, mengurangi tanggung jawab orang tua, kebebasan memperoleh kenikmatan seksual yang menjurus pada legalitas aborsi, hak atas orientasi seksual yang menjurus pada legalitas pasangan homo seksual, dsb. Surat Ibu Theresia yang dikirim kepada kongres berbunyi: “Wanita dan pria berbeda, justru perbedaan itulah yang indah” tak ditanggapi. Dilain pihak, argumentasi negara Arab (Islam) tentang lebih baik menggunakan kata “keadilan” daripada “kesamaan” juga tak dihiraukan. Begitulah bila emansipasi salah diartikan, hasilnya adalah kebablasan.
Momen untuk Merefleksi Makna Perjuangan
Hari Ibu merupakan momen yang tepat untuk merefleksikan diri bagi kaum perempuan.
Mungkin saat ini sudah bukan zamannya lagi untuk memperjuangkan emansipasi wanita yang lebih diartikan sebagai perjuangan untuk menuntut persamaan hak dengan kaum pria. Sebab, sepertinya sudah tak ada halangan lagi bagi wanita untuk mengekspresikan diri. Berbagai ragam profesi mulai tukang batu hingga presiden tak lagi tabu untuk dijalani. Dalam sebuah seminar, Jaya Suprana mengungkapkan keheranannya mengapa para wanita masih menuntut persamaan hak. Dia mengemukakan fakta, sebenarnya hak-hak wanita jauh lebih banyak. Bahkan dia mengutarakan kecemasannya, suatu ketika wanita akan menindas kaum lelaki.
Yang harus diperjuangkan saat ini bukan lagi persamaan hak, tapi bagaimana wanita menghargai dan memberdayakan diri sesuai dengan fitrahnya.
Masalah yang dihadapi kaum wanita di Barat sehingga menimbulkan gerakan feminis bisa jadi karena runtuhnya tradisi agama. Sebetulnya dalam agama dan beberapa tradisi budaya lama, kedudukan wanita tinggi dan terhormat. Agama (setidaknya Islam) sangat meninggikan wanita. Di dalam agama Islam, orang yang harus dihormati adalah ibu, baru kemudian  ayah (Hadits). Sebuah ayat Al-Qur’an mengatakan, diharamkan neraka bagi suami yang sabar dan cinta pada istrinya.
Islam meletakkan status wanita setara dengan pria. Karena dalam Islam orang yang paling mulia adalah orang yang bertakwa, sehingga seorang wanita mencapai derajat yang sama di sisi Allah. Kalaulah Islam meletakkan derajat pria lebih tinggi daripada wanita, itu harus dipahami dalam konteks kepemimpinan dan kewajiban memberikan nafkah.
Secara fisiologis dan psikologis pria dan wanita memang diciptakan berbeda. Secara kodrati wanita diciptakan dengan sifat-sifat biologis seperti menstruasi, pregnasi, laktasi (datang bulan, mengandung (plus melahirkan), menyusui) yang tak mungkin dapat dilakukan oleh pria. Fungsi reproduksional ini secara kodrati membuat wanita paling bertanggung jawab dalam hal pengasuhan anak.
Dalam kaitannya dengan pendidikan anak-anak, Prof. Dr. Conny Semiawan, dosen psikologi UI, sempat menyatakan keprihatinannya akan meggejalanya kehancuran keluarga karena orangtua lebih memprioritaskan karier. Saat ini hampir setiap  ibu mulai dari kalangan ekonomi lemah sampai  yang paling atas bekerja dan berkarir di luar rumah. Dapat dibayangkan bagaimana kondisi anak-anak yang ditinggalkan bekerja. Bagaimana  menderitanya seorang bayi yang baru berusia satu bulan dan masih haus dekapan dan air susu ibu harus berpisah dengan sang ibu selama berjam-jam lamanya. Tentu perasaan sang ibu tak kalah menderita pula. Dan hal ini berlangsung dari hari ke hari sampai ia tumbuh besar jauh dari kasih sayang ayah dan ibu yang sama-sama sibuk bekerja. Tak dapat dipungkiri tentu ada sesuatu yang hilang dalam masa-masa pertumbuhannya.
Tentu tak ada salahnya seorang ibu bekerja atau berkarier, bila hal itu memang dibutuhkan, seperti untuk mencukupi kebutuhan keluarga atau karena keahliannya memang sangat di butuhkan demi kepentingan orang banyak.  Namun hal itu harus dipertimbangkan matang-matang sebelum mengambil keputusan. Ini adalah bentuk dari emansipasi yang sebenarnya, yaitu kebebasan bagi wanita untuk menentukan pilihannya sendiri dengan bahagia. Tentu bagi wanita yang bekerja tidak dapat melepaskan diri dari peran utamanya sebagai seorang ibu dalam sebuah keluarga. Satu hal yang perlu diingat bahwa perubahan zaman tidak berarti perubahan kodrat pada wanita. Hendaknya setiap wanita menyadari siapa dirinya dan apa kodratnya.
Bagi ibu yang memilih berkarier, tentu bukan hanya sekedar mengikuti tren karena merasa malu bila tidak bekerja. Ini adalah salah satu bentuk emansipasi yang salah kaprah. Seperti yang sering terjadi saat ini bila seorang ibu ditanya apa pekerjaannya, dengan malu-malu menjawab bahwa ia ‘hanya’ seorang ibu rumah tangga yang pekerjaannya ‘momong’ (mengasuh anak).  Padahal harusnya ia merasa bangga karena itu adalah sebuah profesi yang sangat mulia.  ***

sel prokariotik

NAMA = ARIF GUNAWAN
NIM    = 11306144034

SEL PROKARIOTIK DAN PENGARUH FISIKNYA
Pendahuluan
Sel Prokariotik. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa Yunani, pro yang berarti “sebelum” dan karyon yang artinya “kernel” atau juga disebut nukleus. Sel prokariotik tidak memiliki nukleus. Materi genetiknya (DNA) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang memisahkan daerah nukleoid ini dengan bagian sel lainnya. Contoh sel prokariotik adalah mycoplasma,bakteri,ganggang biru (alga biru).
isi
Sel prokariotik adalah sel-sel yang belum memiliki sel-sel sejati
Prokariota milik dua domain taksonomi: bakteri dan archaea. Archaea diakui sebagai domain kehidupan pada tahun 1990. Organisme ini awalnya diperkirakan hanya hidup di kondisi yang tidak bersahabat seperti ekstrem suhu, pH radiasi, dan tetapi sejak ditemukan pada semua jenis habitat.
Cirri –ciri sel prokariotik adallah dna tidak tersetruktur dalam nucleus.dna terdapat di nukleoid tidak diselubungi oleh membrane.lalu kromososomnya berbentuk sirkuller,tidak memiliki nucleolus dan reticulum endoplasma berupa mesosom, biasanya ukurannya kecil dari pada ukuran eukariotik.
Cirri-ciri sel prokariotik sebagai berikut
a.Mempunyai organisasi minimal
b.Komponen organe tidak terselubungi oleh sistim membrane.
c.Material genetic tidak terbungkus dalam membrane inti begitu juga dengan kompeks DNAnya.
d.Tidak memiliki histone yang merupakan protein base yang mengandung arginin dan lisin keterangan Histon adalah protein yang ditemukan pada inti sel eukariota yang terbungkus DNA, yang kemudian bersama DNA menyusun struktur nukleosom.
e. sistem respirasinnya langsung berhubungan dengan membrane plasma.
Struktur dan fungsi sel prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membrane inti sehingga tidak mempunyai batas yang jelas sitoplasma dan nukleoplasma.nama prokariot berasal dari kata pro ; sebelum dan karyon; inti,ini menunjukkan kumpulan yang primitive pada daerah inti pada organismi ini.karena organisme memiliki kumpulan yang primitive maka daerah yang memiliki materi inti prokariot disebut nukleoid.
                                                    
Strutur sel prokariotik dari luar sampai kedalam yaitu tersusun atas dinding sel ,membrane plasma,membrane internal ,sito plasma,dan semua organelnya serta terakhir adalah nukleoid


1.   Dinding sel
Dinding sel adalah struktur di luar membran plasma yang membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel merupakan ciri khas yang dimiliki tumbuhan, bakteri, fungi (jamur), dan alga, meskipun struktur penyusun dan kelengkapannya berbeda. Fungsi dari dinding sel ini adalah melindungi,dan mengatur pertukaran zat dan reproduksi.
Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.
Dinding rumah terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).racun
2.   Membran Plasma
fitur universal yang dimiliki oleh semua jenis sel berupa lapisan antarmuka yang disebut membran plasma, yang memisahkan sel dengan lingkungan di luar sel,[1] terutama untuk melindungi inti sel dan sistem kelangsungan hidup yang bekerja di dalam sitoplasma. Membrane plasma ini juga berfungsi rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen , nutrien, dan limbah untuk melayani seluruh volume sel.kalau pada bakteri mengandung enzim oksida dan respirasi yang fungsinnya seperti mitokondria pada sel eukariotik

3.   Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel.sitoplasma merupakan sel yang mengandung beberapa organel yang memiliki fungsi tertentu untuk menjaga keteraturan dalam sel dan memelihara keutuhan sel tersebut. Sitoplasma juga terdiri dari medium semi cair yang disebut sitosol . sitoplasma berbentuk koloid agak padat yang mengandung butiran-butiran protein,lemak,dan berbagai jenis bahan lainnya.



4.   Nukleoid
Pada sel prokariotik, materi inti (DNA) terdapat dalam nukleoid yang tidak dibatasi oleh membran inti daerah yang memiliki materi inti prokariot disebut nukleoid.
5.   Membrane internal ( membrane dalam)
Merupakan membrane yang didalamnya terdapat organel-organel penyusun sel tersebut .

Pada prokariotik klasifikasi nya dibagi menjadi 2 yaitu Archaebakteria dan Eubacteria . untuk menjelaskan sel prokariotik udah cukup mengambil sampel sel dari bakteri .
Dan untuk mengetahui pengaruh fisik / pengaruh luar ini yang berupa lingkungan,dan lingkungan ini berupa suhu,kelembapan udara, cahaya , dan radiasi udah cukup diwakili oleh bakteri untuk menjelaskannya


BAKTERI
         
Bakteri merupakan organisme yang tergolong pada prokariotik karena sel-selnya tidak memiliki sel inti. Untuk mempelajari sel prokariotik dari srurktur sel sampai pengaruh fisik dari luar udah cukup untuk mewakili berbagai pembahasan pada sel prokariotik dan juga mewakili penjelasan jenis-jenis sel prokariotik .bakteri Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 μm.struktur sel dari bakteri  terdiri dari bagian luar yaitu penutp sel dan sitoplasma.bagian luar dari sel bakteri berupa kapsula ,dinding sel, membrane plasma. Kapsula bagian terluar dari bakteri yang berupa lender yang berfungsi untuk melindungi sel.








Dinding sel terdiri dari berbagai bahan sperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam anorganik serta asam amino. Berdasarkan struktur dinding selnya bakteri dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tersusun dari lapisan peptidoglikan (sejenis molekul polisakarida) yang tebal dan asam teikoat, sedangkan bakteri gram negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dan mempunyai struktur lipopolisakarida yang tebal.
 Fungsi dinding sel ini udah dijelaskan diatas yaitu sebagai pelindung dan pengatur keluar masuknya zat ,serta reproduksi.
Membrane plasma pada bakteri ini berupa lipatan-lipatan yang berlapis  lipatan ini disebut juga desmosom. Pada beberapa daerah membrane plasma membentuk lipatan yang mengarah dalam ini disebut juga dengan mesosom. Fungsi mesosom ini adalah untuk  respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konjugasi. Konjugasi adalah peristiwa transfer bahan genetik (yaitu plasmid F+ pada bakteri dan mikronukleus pada Protozoa) dari satu individu kepada individu lainnya.
Mekanisme pertukaran bahan genetik ini terjadi pada bakteri dan beberapa protozoa. Penyatuan gamet terjadi pada salah satu individu. Secara morfologi tidak diketahui jenis kelaminnya, karena itu individu yang terlibat disebut sebagai individu positif (+) dan negatif (-).Proses konjugasi diawali dari pembentukan berkas-berkas yang bergerak saling berdekatan dari kedua individu. Sel yang berdekatan saling membentuk tonjolan. Ujung kedua tonjolan yang bersentuhan saling melebur membentuk saluran konjugasi. Lewat saluran itu terjadilah aliran protoplasma dari satu sel ke sel yang lain. Kedua plasma melebur, disebut plasmogami. Pada bakteri selanjutnya terjadi transfer plasmid dari satu bakteri kepada bakteri partner.

         
          Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagel dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi.


PENGARUH FISIK TERHADAP BAKTERI ( PROKARIOTIK)

1.   Lingkungan

Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Berarti pada sel prokariotikdari jenis-jenis yang lain juga kalau lingkungannya cocok terhadap dia maka ia lebih produktif dalam reproduksi. Lingkungan ini berupa suhu,kelembapan, cahaya, radiasi. Ada beberapa alat untuk mengamati bakteri yaitu mikroskop optikal ,mikroskop electron dan lain-lain.

2.   Suhu

Suhu berperan penting dalam metabolisme mahluk hidup,ini berlaku pula Khususnya bagi bakteri, suhu lingkungan yang berada lebih tinggi dari suhu yang dapat ditoleransi akan menyebabkan denaturasi protein dan komponen sel esensial lainnya sehingga sel akan mati.

Demikian pula bila suhu lingkungannya berada di bawah batas toleransi, membran sitoplasma tidak akan berwujud cair sehingga transportasi nutrisi akan terhambat dan proses kehidupan sel akan terhenti

Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 4 golongan:
·         Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30 °C, dengan suhu optimum 15 °C.
·         Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55 °C, dengan suhu optimum 25° – 40 °C.
·         Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75 °C, dengan suhu optimum 50 - 65 °C
·         Bakteri hipertermofil, yaitu bakteri yang hidup pada kisaran suhu 65 - 114 °C, dengan suhu optimum 88 °C.

3.   Kelembapan Relatif
     Pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif (relative humidity, RH) yang cukup tinggi, kira-kira 85% Kelembaban relatif dapat didefinisikan sebagai kandungan air yang terdapat di udara.
 Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.  Sebagai contoh, bakteri Escherichia coli akan mengalami penurunan daya tahan dan elastisitas dinding selnya saat RH lingkungan kurang dari 84%. 
Bakteri gram positif cenderung hidup pada kelembaban udara yang lebih tinggi dibandingkan dengan bakteri gram negatif terkait dengan perubahan struktur membran selnya yang mengandung lipid bilayer.
4.   Cahaya
Cahaya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan bakteri. Umumnya bakteri dan mikroorganisme ini dapat hidup dengan baik jika mendapatkan paparan sinar matahari yang normal. Dan ini berlaku pada jenis –jenis prokariotik yang lain . akan tetapi paparan sinar UV (ultra violet ) yang tinggi dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan bakteri ini dan jenis prokariotik yang lain ,dan ada juga yang hidup di daerah ekstrem yang paparan UV nya tinggi seperti di daerah kutub seperti bakteri kutub utara.
Dari pengaruh ini berkembangnya cara menstrilkan dengan bantuan sinar UV,sinar X, sinar gamma ,yang di gunakan untuk mensterilkan bakteri maupun sejenisnya tehnik ini disebut juga teknik iradiasi yang berkembang pada abad 20-an.
5.   Radiasi
 Radiasi pada kekuatan tertentu dapat menyebabkan kelainan dan bahkan dapat bersifat letal bagi makhluk hidup, terutama bakteri dan jenis prokariotik lainnya tetapi ada juga dari jenis bakteri yang dapat bertahan dari radiasi sinar matahari ratusan kali dari daya tahan manusia dari radiasi  yaitu kelompok Deinococcaceae  
Sebagai perbandingan, manusia pada umumnya tidak dapat bertahan pada paparan radiasi lebih dari 10 Gray (Gy, 1 Gy = 100 rad), sedangkan bakteri yang termasuk dalam kelompok ini dapat bertahan hingga 5.000 Gy
. Pada umumnya, paparan energi radiasi dapat menyebabkan mutasi gen dan putusnya rantai DNA. Apabila terjadi pada intensitas yang tinggi, bakteri dapat mengalami kematian. Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk bertahan terhadap mekanisme perusakan materi genetik tersebut melalui sistem adaptasi dan adanya proses perbaikan rantai DNA yang sangat efisien.

Deinococcus radiodurans adalah salah satu bakteri kelompok ekstremofil (dapat hidup di suasana ekstrem) dengan karakteristik utama berupa ketahanan terhadap efek mutagenik dan mematikan dari berbagai agen perusak DNA, seperti paparan radiasi ion (ionizing radiation).
Organisme ini dapat masih dapat hidup dalam paparan radiasi berkali-kali lipat dari jumlah yang umumnya sudah membunuh organisme lain. Kromosom D. radiodurans bahkan dapat terbentuk kembali setelah hancur akibat radiasi.  Oleh karena itu, D. radiodurans adalah organisme paling toleran terhadap kerusakan DNA yang pernah diidentifikasi.
Penutup
Dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui sel prokariotik
Adalah Sel prokariotik adalah sel-sel yang belum memiliki sel-sel sejati .dan didalam sel nya terdapat organel-organel penyusun seperti membrane plasma , sitoplasma , membrane internal , nukleoid yang berperan dalam kelangsungan hidup sel ini.


Daftar pustaka;